4 Februari 2021 5 Pelajaran dari Kekalahan Liverpool: 3 Pertandingan Tanpa Gol di Anfield, Ada Apa The Reds?

5 Pelajaran dari Kekalahan Liverpool: 3 Pertandingan Tanpa Gol di Anfield, Ada Apa The Reds?

LIPUTAN6 – Liverpool menerima kekalahan malu-maluin di Anfield. Kamis (4/2/2021), The Reds kalah 0-1 dari Brighton pada tanding kelanjutan Premier League. Hasil ini kembali menampar Jurgen Klopp dan skuadnya.

Bagaimana tidak, Liverpool sempat diperhitungkan telah bangun dengan menaklukkan Tottenham dan West Ham pada dua laga awalnya, tetapi sekarang malah kembali tersuruk di kandang sendiri.

Klopp tidak ingin berkelit. Ia mengaku teamnya patut kalah dan kemungkinan ada permasalahan psikis pada tim Liverpool. Mohamed Salah dkk. masih kurang fresh untuk berlaga dalam kurun waktu pendek.

Kekalahan ini juga membuat keinginan juara Liverpool semakin tipis. Si juara bertahan sekarang ketahan di rangking keempat dan dapat terlontar dari 4 besar bila tidak selekasnya bangun.

Permainan Liverpool pagi hari WIB barusan termasuk jelek, tidak ada energi untuk menang. LIPUTAN6  juga memperhatikan minimal ada 5 pelajaran yang dapat diambil dari kekalahan The Reds kesempatan ini.

Lemas dan kembali tersuruk

Liverpool bermain tidak seperti Liverpool pada laga ini. Tiap pemain terlihat lemas dan kecapekan, Jurgen Klopp juga mengaku ada permasalahan psikis.

Saksikan saja statistik eksperimen shooting The Reds. Liverpool dikenali sebagai salah satunya team ofensif dengan sepak bola menarik, tetapi tidak kesempatan ini.

Mereka cuman dapat membuat satu shot on sasaran sepanjang 9 menit. Brighton yang cuman memperoleh 36% kepenguasaan bola saja dapat membuat keseluruhan 4 tembakan on sasaran.

Jelek di kandang sendiri

Kekalahan kesempatan ini juga perpanjang catatan jelek Liverpool di kandang sendiri. Anfield tidak lagi menyeramkan, minimal bukan untuk team tamu.

Menurut Opta, Liverpool tidak berhasil cetak gol pada tiga laga kandang berturut-turut untuk pertamanya kali semenjak 1984 atau 37 tahun kemarin. Sekarang ini telah 384 menit Liverpool tidak cetak gol di Anfield.

Awalnya Anfield dikenali menyeramkan, Liverpool hampir tidak pernah kalah sepanjang setahun lebih. Catatan itu berhenti musim ini dan bersambung makin panjang.

Semakin jauh dari pucuk

Kekalahan ini juga membuat perjuangan Liverpool di kelas atas makin susah. The Reds ketahan di rangking keempat dengan 40 point dari 22 laga.

Tidak jelek, tetapi terang jauh ketinggalan dari Manchester City di pucuk. Sekarang ini pasukan Pep Guardiola itu pimpin dengan 47 point dari 21 laga.

Maknanya Man City masih simpan satu laga, apabila memenanginya, beda dengan Liverpool akan melebar jadi 10 point.

10 point terang begitu lebar untuk Premier League, Liverpool kemungkinan tidak kembali mendahului Man City musim ini.

Lapisan tidak sebagus team pokok

Kehilangan bek pokok, mangkirnya Alisson Becker dan Sadio Mane, ada beberapa permasalahan yang serang tim Liverpool musim ini.

Semua diawali dengan luka kronis Virgil van Dijk. Lantas bek-bek lain seperti Joe Gomez dan Joel Matip juga susul luka.

Beberapa bulan Klopp mau tak mau mainkan pemain tengah di pos bek tengah. Pasti tambal sulam semacam ini tidak sebagus yang diinginkan.

Untuk pertandingan kesempatan ini, Liverpool tidak dapat mainkan Alisson dan Mane yang luka enteng. Itu ditambah lagi luka banyak pemain utama yang lain membuat pertandingan makin susah.

Brighton main mengagumkan

Cukup menyorot jeleknya Liverpool, Brighton juga pantas disanjung untuk kemenangan ini. Pasukan Graham Potter bermain prima untuk hadapi team yang berbeda tingkat.

Brighton mainkan skema 3-5-2 dan tampil benar-benar efisien. Mereka sedikit kuasai bola, tetapi dapat meredam serangan Liverpool dan balas menghajar melalui serbuan balik cepat.

Walau protektif, permainan Brighton juga termasuk bersih. Tidak ada kartu kuning, dan dapat sapu operan lambung Liverpool dengan baik sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *