3 Februari 2021 5 Pelajaran Pertandingan Inter Milan versus Juventus: Ronaldo Gacor, Buffon Legenda!

5 Pelajaran Pertandingan Inter Milan versus Juventus: Ronaldo Gacor, Buffon Legenda!

LIPUTAN6 – Juventus meraih kemenangan dengan score 2-1 atas Inter Milan pada pertandingan putaran pertama semi-final Coppa Italia, Rabu (3/2/2021) pagi hari WIB. Pertandingan Derby d’Italia ini diadakan di Guiseppe Meazza.

Juventus sesungguhnya ketinggalan terlebih dahulu dari Inter Milan. Lautaro Martinez cetak gol kilat di menit kesembilan.

Sesudah kecolongan, Juventus memberikan tanggapan yang baik. Di menit ke-26, Cristiano Ronaldo menyamai posisi. Ronaldo lalu cetak gol ke-2 nya di menit ke-35 dan bawa Juventus mencetak kemenangan.

Lalu, apa pelajaran yang dapat diambil dari tanding Inter Milan versus Juventus?

Ronaldo Gacor

Cristiano Ronaldo sempat memetik kritikan saat cuman cetak 1 gol pada lima pertandingan paling akhir. Tetapi, Ronaldo masih Ronaldo. Ia belum kehilangan mutunya sebagai mesin pencetak gol.

Ronaldo cetak 2 gol ke gawang Inter Milan. 1 gol melalui eksekusi penalti dan 1 gol yang lain dari kecerdikan menyaksikan kekeliruan di baris belakang Inter.

Ronaldo memang dekat dengan San Siro [atau Giuseppe Meazza]. Karena, dari 8 kunjungan ke kandang AC Milan dan Inter Milan itu, Ronaldo telah cetak 6 gol. 3 gol ke gawang Inter dan 3 gol ke gawang Milan.

Satu kata untuk sebagai wakil figur Gianluigi Buffon: Legenda!

Buffon telah berumur 43 tahun, tapi ketelitian dan kepiawaian di bawah garis seakan belum luntur. Buffon bisa tampil oke, bahkan juga pada beberapa laga dengan tekanan tinggi.

Pada tanding menantang Inter Milan, Buffon membuat pengamanan penting pada menit ke-65. Buffon menepiskan sepakan jarak dekat Matteo Darmian.

Pertandingan menantang Inter Milan jadi pertandingan ke-1100 yang dimainkan Buffon di tingkat profesional, baik di tingkat club atau tim nasional. Legenda!

Kacau-balau Pertahanan Inter

Baris belakang Inter Milan terang kacau-balau pada tanding menantang Juventus. Gol ke-2 Juventus yang diciptakan Cristiano Ronaldo jadi bukti jika komunikasi di baris belakang Inter buruk sekali.

Back-pass yang dilepaskan Stefan De Vrij tidak berhasil diperhitungkan secara baik oleh Handanivic dan Bastoni. Ronaldo tiba dan mengambil bola untuk mencatat namanya di papan score.

Pertahanan Inter sesungguhnya sudah mendapatkan banyak gunjingan pada musim ini. Diantaranya ialah peranan Handanovic yang dipandang masih kurang sempurna untuk membuat pengaturan.

Andrea Pirlo Hebat

Juventus kalah dari score 2-0 saat bertemu Inter Milan di Serie A. Waktu itu, Andrea Pirlo kalah cerdas dari Antonio Conte sebagai tutornya saat masih bermain.

Tetapi, Pirlo belajar secara cepat untuk dapat move on hasil dari jelek itu. Pirlo sanggup mengenali kemampuan dan kekurangan Juventus. Pirlo juga mengaplikasikan penilaiannya secara baik.

“Kami tidak jadi diri kita saat menantang Inter di liga, itu ialah kekeliruan, tapi itu pelajaran bernilai dan kami bekerja atas kekeliruan pada pertandingan itu,” sebut Pirlo.

Masih Ada Leg Ke-2

Juventus memang memperoleh hasil bagus saat bertemu Inter Milan. Sang Nyonya Tua meraih kemenangan dengan score 2-1. Namun, hasil itu tidak secara automatis bawa Juventus ke final Coppa Italia.

Juventus harus mainkan pertandingan putaran kedua yang diadakan pada 11 Februari kelak. Juventus jangan kalah dari score 3-2, 4-2 dan sebagainya atau mungkin dengan beda 2 gol bila ingin maju ke final.

“Tanding belum usai, masihlah ada yang perlu dimainkan dan itu akan berasa semakin lebih berat daripada yang ini,” sebut Adrien Rabiot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *